Upaya PGN Dorong Penggunaan LNG sebagai Bahan Bakar Pembangkit di Kereta Api Mendapat Respon Positif dari Kelompok Milenial

  • Bagikan



Konversi bahan bakar dengan fasilitas Diesel Dual Fuel (DDF) terus dilakukan oleh Gas Negara Tbk (PGN) selaku subholding Gas Pertamina dalam rangka untuk mengkonversi bahan bakar minyak ke Bahan Bakar LNG pada moda kereta api pembangkit milik PT KAI.

Upaya konversi bahan bakar, menurut pengamatan M. Adhiya Muzakki, selaku Koordinator Penggerak Milenial Indonesia (PMI), sangat cocok untuk efisiensi dan nilai substitusi solar oleh gas/ LNG.

“Setelah diobservasi, uji coba dinamis DDF pada kereta pembangkit Dharmawangsa Jakarta-Surabaya menunjukkan adanya efisiensi dan nilai substitusi solar oleh gas/ LNG,” jelas Adhiya saat memberikan keterangan, pada Selasa (5/7/22).

Selain itu, Adhiya turut menilai bahwa tujuan dilakukannya ujicoba adalah untuk melihat nilai substitusi energi solar atau besaran gas yang terpakai pada sistem DDF.

“Uji coba itu penting, mengingat nilai substitusi energi solar atau besaran gas yang terpakai pada sistem DDF dapat dilihat hasilnya setelah uji coba selesai,” tegasnya.

Seluruh rangkaian uji coba yang telah dilakukan, menurut pengamatan Adhiya telah berjalan dengan cukup baik utamanya dalam upaya efisiensi PT KAI.

“Rangkaian uji coba telah selesai dan hasilnya pun memuaskan. Ini adalah langkah yang baik dalam upaya untuk mengefisiensikan PT. KAI,” ungkapnya.

Adhiya turut melihat bahwa, tingginya subsidi BBM yang sangat besar mengharuskan PGN untuk mendorong penggunaan LNG sebagai bahan bakar pembangkit di kereta api.

“Meningkatnya BBM pada tingkat global, tentu sangat penting untuk mendorong penggunaan LNG sebagai bahan bakar bagi kereta api,” pungkasnya.

  • Bagikan