Ketua Umum Mahasiswa Sada Jakarta Meminta Mensos Risma Audit Data Penerima Bansos dan BLT di Kota Subulussalam

  • Bagikan

Jakarta- Selain BBM subsidi disebut tidak tepat sasaran, bansos pun mengalami hal yang sama. Sebagaimana kita ketahui, bansos 2022 terbaru diberikan sebagai wujud pengalihan subsidi BBM.

Penyaluran bansos ini masih ditangani oleh Kementerian Sosial RI seperti ketika pandemi.

Adi asmara Ketua Umum Mahasiswa Sada Jakarta mengatakan banyak bantuan pemerintah tidak tepat sasaran khususnya di Desa Dusun Rahmah Kec. Simpang Kiri  Kota Subulussam Provinsi Aceh sehingga hal itu memunculkan desas-desus isu tidak enak di lingkungan masyarakat.

Dalam keterangan pers yang diterima awak media, ia menilai “Banyak keluhan dan laporan dari masyarakat desa dusun rahmah khususnya,  bahwa BLT dan Bansos dari pemerintah saat ini tidak tepat sasaran, salah satu contohnya warga yang sudah meninggal masih ada yang mendapat bantuan BLT dan Bansos, padahal orang tersebut sudah meninggal, kemudian yang menjadi pertanyaan saya adalah apa yang menjadi kriteria pemerintah desa menetapkan seseorang berhak menerima bantuan tersebut, karena banyak orang yang mampu tapi malah menerima bantuan tersebut,” Adi saat diwawancarai.

Disisi lain Adi juga mempertanyakan peran dan kinerja kepala desa dan perangkatnya, terutama pendamping bansos dalam menjalankan tugasnya.

Terakhir ia menyampaikan bahwa “Saya akan coba sampaikan keluhan ini Ke DPR RI dan Kemensos, agar kiranya kemensos turun kelapangan untuk dapat mengaudit data penerima BLT dan Bansos desa dusun rahmah berdasarkan Fakta kondisis masyarakat di lapangan,” ujarnya.

Disisi lain ia juga berharap agar aparat Kepolisian dari Polres Subulussalam agar sekiranya dapat turun langsung kelapangan untuk mengawal dan memantau serta menerima keluhan dari masyarakat perihal BLT dan Bansos. Ia menilai ini progam pemerintah yang harus didukung bersama, serta dapat memberi manfaat kepada masyarakat khususnya.

  • Bagikan